Sunday, November 02, 2014

The devil is in the detail (Bagian 1)

Photo Quilt berikut adalah lanjutan (bagian 1) dari cerita sebelumnya di http://prahoro.blogspot.com/2014/11/memenuhi-hak-istri.html.



QUILT: Memenuhi Hak Istri

Memang sedikit agak nyeleneh kalau saya tampilkan ini dalam blog celometan. Bukan apa-apa, tetapi karena saya tahu pasti, daripada nanti di-uber-uber istri minta dibelikan, lebih baik saya tancapkan di layar komputer saja sambil bilang, "Once Upon a Time, kita bangun kenang indah sambil jalan-jalan di taman Quilt. Daripada beli... coba sih kalau bikin sendiri"...he...he..he...  Photo-photo dibawah dijepret untuk memenuhi hak istri :-)


Acara festival Quilt tahunan yang diselenggarakan di Houston tahun ini memang agak beda. Kalau sampeyan pernah datang ke acara OTC (Offshore Technology Conference) yang digelar setiap awal bulan Mei itu, maka Quilt Festival ini tidak kalah besarnya. Ada kemiripan diantara keduanya. Sama-sama dibanjiri oleh tamu-tamu dari seluruh manca negara. Di lantai atas dipakai untuk kelas, kursus, conference/seminar sementara untuk lantai bawah ada exhibition, pameran dan, off course, jualan (ini bagian yang emak-emak demen banget...he...he...).


Yang membedakan acara ini dengan OTC adalah tipe pengunjung yang datang. Kalau OTC dibanjiri oleh professional offshore, Nah kalau Quilt Festival ini didominasi pengunjung dari dua macem tipe. Pertama, ibu-ibu. Ini jelas dan kalau sampeyan laki-laki, sudah pasti sampeyan akan ganteng sendiri. Namun demikian, di dalam hall ini, disediakan tempat khusus untuk para bapak yang setia ikut mengantar istri, namanya Husband's Lounge. Di tempat ini para bapak menghabiskan waktunya sambil nonton bola liga Inggris .he...he...he.... 

Monday, October 27, 2014

Sehat itu Mahal (Bagian 3)

Kami tinggal di kampung Katy yang kecil. Meskipun mungil, tetapi di kampung ini kami dapat menemukan hampir semua bahan makanan, jenis makanan atau kuliner dari macam-macam taste. Mulai dari restaurant yang ala Mexico, Italia, Chinese, sampai Thailand. Mulai dari yang rasanya manis, masam sampai asin. Mulai dari yang pedasnya biasa-biasa, setengah biasa sampai yang pedes-nya bener-bener membikin perut mules. Komplit!

Kali ini, saya ingin share tentang common misconception dari apa yang pernah saya lakukan dalam hal how to manage food. Saya pernah mengikuti seminar Weight Management di Methodist Hospital West Campus Katy di dekat rumah. Setelah ikut satu jam seminar, ternyata bikin juga keder. Bukan karena program-nya yang tough dan tight, tetapi saya keder karena takut akan komitmen apakah saya  bisa commit dengan program semacam ini. Pendekatan yang dipakai lumayan radical dengan 3 tahapan dan relatively costly. Setahun sampeyan bisa keluar biaya at least USD 5000. Memang untuk yang namanya sehat, Priceless adalah harganya. Sky is the limit. 

Mengapa program seperti ini sering tidak laku atau tidak dapat berjalan as planned? Masalah dasarnya adalah ketidak-pahaman akan konsep program-nya. Sehingga apapun weight management program yang akan diikuti, nanti akan kembali lagi end product-nya. Dalam istilah medis, para dokter menyebutnya dengan sebutan Yo-Yo Concept. Bouncing up and down.  It is easy to lose weight but also easy to gain it back. 

Hal lain yang sering kita lupa adalah "yang tahu seluk beluk tubuh sampeyan itu, ya tentunya adalah sampeyan sendiri". Iya to? Jadi, diet tertentu yang cocok untuk orang lain, belum tentu cocok untuk sampeyan. Intinya, sampeyan sendiri-lah yang jadi dokter, yang harus "do the homework" untuk tahu sistem tubuh yang sampeyan punyai. Bagaimana caranya? Nah... see below.