Pagi ini, saya baru menyadari bahwa tiga (3) adalah salah satu angka yang keramat. Tiga termasuk bagian dalam deretan angka ganjil yang kerap menjadi bagian ritual keseharian kita. Coba sampeyan perhatikan, 3 kali kita baca doa yang sama ketika ruku atau sujud, 3 kali mengusap tempat yang sama saat ber-wudlu, tiga kali talaq baru tok cer nggak boleh disentuh lagi, perlu tiga warna dasar untuk membuat warna yang lain, perlu tiga kaki untuk dapat berdiri stabil, dan masih banyak tiga yang lain.
Jadi memang hebat yang namanya angka tiga ini. Makanya, kalau sampeyan berencana mempunyai anak, bersiaplah untuk mempunyai tiga anak. Kalau sekarang sudah terlanjur dua anak saja dan “si pabrik-nya sudah tutup”, jangan kuatir… bersiaplah untuk anak yang ketiga dengan memilih anak yatim sebagai anak asuh sampeyan. Jadi syarat tiga anak masih terpenuhi. Gampang to ?
Demikian juga dengan membangun rumah. Mulai dari awal, sampeyan persiapkan 3 rumah sekaligus, jangan tanggung-tanggung: rumah di dunia ini, rumah di alam kubur nanti dan rumah masa depan di akherat nanti. Jaminan dah untuk Fidunya khasanah dan juga Akhiroti Khasanah. Bukankah itu yang hakiki sebenarnya yang kita cari? Hidup senang di dunia, mati nya nanti khusnul khotimah, dan pada hari pembalasan masuk ke Jannah. Peh… Top markotop Jos Gandos…Iya to?


